Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

TUGAS DESAIN DASAR DWI MATRA : BIDANG

Gambar
 A. A. BGS. NGR. MAHESA DESTA NAYA_2402071038

TUGAS PEMBUATAN LOGO "SELF BRANDING"-DESKOMVIS DASAR (SEMESTER 1)

Gambar
A. A. BGS. NGR. MAHESA DESTA NAYA_2402071038 Dalam pembuatan logo self-branding ini, saya memilih untuk memadukan inisial nama saya, Mahesa (M dan A), dengan desain yang mencerminkan karakter gagah, keren, dan berani. Saya juga mengambil inspirasi dari filosofi yang mendalam terkait nama saya. Nama Mahesa diberikan oleh orang tua saya, yang dalam tradisi Hindu berkaitan dengan Dewa Siwa, juga dikenal sebagai Maheswara atau Mahesa. Dalam bahasa Sanskerta, Mahesa sendiri berasal dari dua kata: Mahaa yang berarti besar dan Ishwara yang berarti pemimpin. Jika digabungkan, arti namanya adalah pemimpin besar atau pemimpin yang agung. Logo ini juga memadukan gambar Trisula dan mata ketiga dari Dewa Siwa, dua simbol yang sangat erat kaitannya dengan Dewa Siwa. Trisula melambangkan kekuatan dan pusaka yang dibawa oleh Dewa Siwa, sementara mata ketiga melambangkan kebijaksanaan dan wawasan yang dalam. Untuk warna, saya memilih emas pada Trisula yang melambangkan kemuliaan, dan hitam sebagai dasa...

TUGAS DESAIN DASAR DWI MATRA 1 DAN 2

Gambar
 Tugas 1 Tugas 2

DESKOMVIS DASAR : TUGAS LOGO GET IT FUNNY

Gambar
  Konsep logo yang saya bawakan kali ini adalah GET IT FUNNY. Logo ini saya buat berbentuk lucu, dengan font yang semenarik mungkin. GET IT FUNNY ini saya hanya mengambil huruf intinya saja seperti G, I, T, F. Dan juga saya membawakan kesan wajah lucu dengan menambahkan mata, gigi dan lidah yang menjulur agar terlihat menarik. Alasan pemilihan warna kuning sebagai warna logo, karena warna kuning menggambarkan kebahagiaan, kegembiraan, dan juga pencerahan kreativitas. Sedangkan warna merah yang saya berikan hanya untuk memberikan kesan warna lidah.  Sketsa Logo berwarna hitam putih Logo berwarna

Benda Estetis dan Ergonomis ; Benda Estetis tapi Tidak Ergonomis ; Benda Tidak Estetis tetapi Ergonomis

Gambar
PENDAHULUAN Dalam desain produk, keseimbangan antara estetika dan ergonomi sering menjadi tantangan. Estetika berfokus pada keindahan visual, sementara ergonomi menekankan kenyamanan dan fungsionalitas. Produk yang estetis seperti sepatu high heels mungkin menarik secara visual, tetapi bisa tidak nyaman dipakai. Sebaliknya, sandal kesehatan mungkin nyaman, tetapi sering dianggap kurang menarik. Studi kasus ini akan mengeksplorasi tiga kategori produk: (1) estetis dan ergonomis, (2) estetis tetapi tidak ergonomis, dan (3) tidak estetis tetapi ergonomis. Analisis ini bertujuan untuk memahami pentingnya menggabungkan kedua aspek tersebut dalam desain yang optimal. 1. Benda Estetis dan Ergonomis: Kursi Ergonomis Modern Deskripsi: Kursi ergonomis modern yang dirancang untuk penggunaan di kantor atau di rumah memiliki desain yang estetis dengan garis-garis bersih. Desain ini sering kali mencakup fitur-fitur seperti sandaran yang dapat disesuaikan, bantalan, dan sandaran tangan yang dapat dia...